Pernah kebayang kalau Chanel Medium Classic Flap dulu bisa didapat dengan harga sekitar 19 jutaan?
Yes, itu bukan typo, tapi konteksnya tahun 1980. Sejak saat itu, harga Classic Flap memang tidak pernah benar-benar turun. Awalnya naik pelan, lalu perlahan mulai terasa, sampai akhirnya melesat cukup agresif dalam dua dekade terakhir.
Di era 1990-an, kenaikan harganya masih relatif “jinak”, rata-rata sekitar 4,5%. Namun memasuki periode 2000 hingga 2015, pergerakannya berubah drastis. Dalam rentang waktu ini, harga Chanel Classic Flap melonjak sekitar 40% hingga 70%, menjadikannya salah satu tas luxury dengan pertumbuhan harga paling konsisten.
Lonjakan paling terasa terjadi di era 2020–2023. Chanel melakukan penyesuaian harga hampir setiap tahun dengan kenaikan dua digit. Bahkan pada 2021, harganya tercatat naik hingga 34% hanya dalam satu tahun. Jika dibandingkan dengan inflasi Amerika Serikat yang masih bergerak di angka satu digit, laju kenaikan Chanel terasa seperti sprint, jauh meninggalkan inflasi.
Memasuki 2024–2025, kenaikannya memang terlihat lebih “kalem”, berada di kisaran 6–11% per tahun. Namun tetap saja, angka ini masih melampaui inflasi, menegaskan bahwa Chanel belum benar-benar mengerem strategi harganya.
Tak heran jika banyak orang menyebut Classic Flap sebagai sebuah investment piece. Nilainya yang terus meningkat membuat tas ini lebih dari sekadar aksesori. Meski begitu, dengan harga yang kini semakin fantastis, pertanyaannya jadi semakin relevan.
Apakah Sahabat Zeta merasa tas ini worth it disebut sebagai investasi?
Atau justru sudah masuk kategori love it, but only from afar?