Birkin Next Year Aja? What If Harganya Naik Puluhan Juta?

#SahabatZeta, masih suka bilang, “Birkin next year aja deh belinya”? 👀

Well, what if next year harganya sudah naik puluhan juta rupiah?

Manajemen Hermès telah mengonfirmasi ekspektasi kenaikan harga kembali pada 2027. Meski diperkirakan lebih rendah dibandingkan kenaikan harga pada Januari 2026, one thing is clear: your Birkin wishlist might need a budget upgrade! Sebelum memutuskan untuk menunda atau mulai hunting dari sekarang, here are 4 things #SahabatZeta need to know.

1. A Small Percentage, A Big Difference

Bayangkan harga sebuah tas Hermès saat ini Rp200 juta. Jika harga naik 5–10%, nilainya bisa menjadi Rp210–220 juta. That’s an additional Rp10–20 million!

Literally, selisihnya bisa jadi budget untuk tas lain. Jadi, meskipun persentase kenaikannya terlihat kecil, dampaknya terhadap budget luxury shopping bisa cukup signifikan.

2. Hermès Is Still Growing

Pada semester pertama 2026, pendapatan Hermès mencapai €8,2 miliar, meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, divisi Leather Goods & Saddlery mencatat pertumbuhan 10% dan menyumbang sekitar 46% dari total pendapatan perusahaan. Angka ini menunjukkan bahwa produk berbahan kulit, termasuk kategori tas ikonisnya, masih menjadi bagian penting dari bisnis Hermès.

3. Why Not Just Produce More Birkins?

Well, because Hermès isn’t playing the quantity game. Pada April 2026, Hermès membuka workshop kulit ke-25 di Prancis, dengan workshop baru lainnya yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027.

Namun, menambah kapasitas produksi bukan berarti Hermès bisa langsung memenuhi seluruh permintaan pasar. Proses pembuatan tas tetap membutuhkan craftsmanship, keterampilan artisan, dan perhatian terhadap detail. In luxury, craftsmanship takes time. Demand may be high, but quality remains a priority.

4. Higher Retail Prices Don’t Guarantee Higher Resale Prices

Plot twist: harga retail naik bukan berarti harga preloved otomatis ikut naik dengan persentase yang sama. Resale value sebuah tas tetap dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari model, kondisi, warna, kelengkapan, hingga permintaan pasar.

Jadi, kalau tujuanmu membeli Birkin sebagai koleksi sekaligus mempertimbangkan nilai jual kembalinya, jangan hanya berpatokan pada kenaikan harga retail. Market demand and the specific bag matter, too.

So, What’s Your Move?

Sekarang giliran #SahabatZeta spill!

Are you Team Buy Now sebelum ada kenaikan harga berikutnya, atau Team Preloved Hunting untuk mencari pilihan yang paling sesuai dengan budget? Whatever your choice is, make sure you know what you’re paying for 😉