Sheikha Moza: When Modesty Became Part of the Couture Language


Kalau ada satu perempuan yang berhasil mengubah cara dunia melihat modest fashion, salah satunya adalah Sheikha Moza bint Nasser.

Ia tidak sekadar mengenakan haute couture dengan hijab dan abaya. Lewat pilihan busananya, ia menunjukkan bahwa modesty dan couture tidak harus berada di dua sisi yang berbeda.

She made modesty part of the couture language.

Image source: @mozabintnasser

Gaya Sheikha Moza menjadi perpaduan antara siluet couture, kekayaan budaya Timur Tengah, dan modest dressing yang tetap sophisticated. Bahkan, Qatar Museums pernah menampilkan lebih dari 100 desain dalam pameran Christian Dior: Designer of Dreams, termasuk sejumlah busana haute couture yang dibuat atau dikustomisasi khusus untuknya.

Salah satunya adalah kreasi Christian Dior Spring-Summer 2010 Haute Couture karya John Galliano yang dikenakannya saat kunjungan kenegaraan ke Inggris. Look tersebut kemudian dilengkapi dengan head wrap, perhiasan, dan aksesori untuk membentuk keseluruhan penampilan yang tetap modest namun sangat couture.

Dalam berbagai kesempatan, Sheikha Moza juga kerap melengkapi penampilannya dengan luxury accessories dan handbags dari berbagai Maison. Dari Hermès Kelly yang timeless, Chanel yang iconic, hingga berbagai kreasi Dior dan luxury houses lainnya, aksesori menjadi bagian dari keseluruhan bahasa personal style-nya.

Namun, pengaruh Sheikha Moza terhadap dunia luxury fashion tidak berhenti pada bagaimana ia mengenakan fashion.

Then came the Hermès Doha Bag.

Image via @sheikhamozafashion

Salah satu pieces yang paling menarik dalam cerita ini adalah Hermès Doha Bag—sebuah tas yang namanya mengambil inspirasi dari ibu kota Qatar.

Bag tersebut dikenal sebagai salah satu Hermès yang sangat terbatas, dengan versi tertentu yang hadir dalam exotic ostrich leather. Sejumlah laporan dan sumber fashion menyebut produksinya hanya sekitar 1.000 pieces, menjadikannya salah satu model yang sangat collectible.

Nama Sheikha Moza juga kerap dikaitkan dengan cerita di balik tas ini. Sejumlah laporan menyebut adanya keterlibatan atau pengaruhnya dalam proses desain, sementara cerita lain menyebut sebagian dari edisi terbatas tersebut diberikan kepada orang-orang terdekat dan tokoh-tokoh penting.

Meski detail mengenai sejarah produksinya masih banyak beredar melalui sumber sekunder, satu hal yang membuat Hermès Doha Bag menarik adalah bagaimana sebuah luxury house seperti Hermès dapat menerjemahkan identitas sebuah kota dan budaya ke dalam sebuah object of desire.

Dan mungkin, di situlah letak pengaruh terbesar Sheikha Moza.

Ia tidak hanya mengenakan luxury fashion.

Ia ikut menunjukkan kepada dunia bahwa modesty itself can be luxurious, powerful, and deeply fashionable.