Before Chanel, There Was The Double C

Kalau #SahabatZeta lihat double C dan langsung terpikir: CHANEL.

Tapi ternyata, ceritanya nggak sesederhana itu.

Jauh sebelum menjadi identitas ikonik Chanel, bentuk double C sudah muncul dalam berbagai simbol, monogram, dan ornamen di lingkungan aristokrat Eropa. Karena itu, ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan dari mana inspirasi interlocking CC milik Coco Chanel sebenarnya berasal.

1. Catherine de’ Medici

Left: The double-“C” emblem of Catherine de’ Medici — Photo: Juergen Teller
Right: Portrait of Catherine de’ Medici — Galeri Uffizi, via Wikipedia

Salah satu teori mengaitkan bentuk double C dengan Catherine de’ Medici (1519–1589). Jauh sebelum era Coco Chanel, Catherine de’ Medici diketahui menggunakan double-C sebagai royal cypher dalam lingkungan kerajaan Prancis. Penggunaan monogram dan simbol semacam ini sendiri bukan sesuatu yang asing dalam tradisi aristokrat Eropa.

Apakah ini benar-benar menjadi inspirasi Coco Chanel? Belum ada bukti yang cukup untuk memastikannya. Tapi kemiripannya membuat teori ini tetap menarik untuk dibahas.

2. Aubazine Abbey

Photo: Mossot

Teori yang paling sering dikaitkan dengan Chanel datang dari masa muda Gabrielle Chanel. Setelah ibunya meninggal, Gabrielle Chanel menghabiskan masa remajanya di Aubazine Abbey di Prancis. Di sana, ia banyak bersentuhan dengan arsitektur dan elemen dekoratif yang sederhana namun geometris.

Salah satu yang sering disebut adalah stained-glass windows di Aubazine. Bentuk geometris dan pola yang berulang kemudian dianggap sebagai salah satu kemungkinan inspirasi visual untuk interlocking CC. Namun lagi-lagi, tidak ada dokumentasi definitif yang membuktikan bahwa Coco Chanel secara langsung mengambil logo tersebut dari jendela Aubazine.

3. Château de Crémat

Left: Photo: Château de Crémat — chateaucremat.com
Right: Photo: Travel with a Butterfly — travelwithabutterfly.com

Lalu ada cerita tentang Château de Crémat di Nice. Château ini memiliki berbagai elemen dekoratif dengan motif interlocking C, dan ada legenda bahwa Coco Chanel pernah berkunjung ke sana lalu terinspirasi oleh motif tersebut.

Sounds convincing, right? But here’s where the timeline gets interesting.

Château de Crémat dikaitkan dengan Irène Bretz, yang pindah ke château tersebut pada 1923. Sementara itu, perkembangan awal identitas Chanel sudah berlangsung sebelumnya.

Jadi, kalau timeline-nya kita cek ulang…

Hmm. Something doesn’t quite add up. 👀

SO, WHO REALLY INVENTED THE CC?

Jujurly, we may never know for sure.

Tidak ada bukti historis yang benar-benar memastikan satu sumber tunggal sebagai asal-usul logo Chanel. Dan justru di situlah menariknya cerita ini. Karena mungkin, Coco Chanel tidak harus menjadi orang pertama yang menemukan simbol double C. She did something much more powerful:

She didn’t necessarily invent the symbol.
She made the symbol mean CHANEL.

Dan mungkin, inilah salah satu masterclass terbesar dalam luxury branding. Dalam dunia luxury, sebuah simbol bukan hanya tentang bentuknya. Bukan selalu soal siapa yang pertama kali menemukan simbol tersebut. Tapi tentang siapa yang berhasil memberinya meaning, identity, dan recognition sampai akhirnya seluruh dunia melihat simbol itu dan langsung tahu:

CHANEL 🖤