Luxury isn’t just about beautiful designs—it’s also about the stories behind them. From horse-inspired details to iconic bags with unexpected origins, Gucci has a rich history that many people don’t know.
Did you know these, #SahabatZeta?
1. Horsebit Gucci bukan sekadar aksesori.

Courtesy of Gucci
Detail logam berbentuk dua cincin dan satu batang yang dikenal sebagai Horsebit ternyata terinspirasi dari horse bit, yaitu bagian logam pada tali kekang kuda. Desain ini menjadi penghormatan terhadap akar Gucci di dunia equestrian, karena pada awal berdirinya, Gucci juga memproduksi perlengkapan berkuda.
2. Bamboo Handle lahir karena krisis.

Courtesy of Gucci
Siapa sangka salah satu desain paling ikonik Gucci justru lahir karena keterbatasan material? Setelah Perang Dunia II, kulit dan logam sulit diperoleh. Gucci kemudian menggunakan bambu dari Jepang, dipanaskan di atas api, lalu dibentuk secara manual hingga menjadi handle melengkung yang kini menjadi ciri khas Bamboo Bag.
3. Jackie Bag awalnya bukan bernama Jackie.

Courtesy of Gucci
Sebelum dikenal sebagai Jackie, tas ini memiliki nama Constance. Namun, setelah Jacqueline Kennedy Onassis berkali-kali tertangkap kamera mengenakannya, publik mulai menyebut tas tersebut sebagai “Jackie”. Popularitasnya begitu besar hingga Gucci akhirnya menjadikan nama itu sebagai nama resminya.
4. Logo GG bukan berarti Gucci Gucci.

Courtesy of Gucci
Banyak yang mengira GG adalah singkatan dari Gucci. Padahal, GG merupakan inisial Guccio Gucci, sang pendiri rumah mode asal Florence yang mendirikan Gucci pada tahun 1921.
5. Garis hijau-merah-hijau Gucci juga punya cerita.

Courtesy of Gucci
Web Stripe berwarna hijau-merah-hijau bukan sekadar elemen dekoratif. Motif ini terinspirasi dari girth strap, yaitu tali yang digunakan untuk mengikat pelana pada tubuh kuda. Detail ini kembali menunjukkan kuatnya pengaruh dunia equestrian dalam DNA Gucci hingga saat ini.
✨ Jadi, dari kelima fakta ini, mana yang baru kalian tahu, #SahabatZeta? Share jawaban di kolom komentar!