#SahabatZeta, kalau ditanya siapa kolektor Chanel terbesar di dunia, siapa yang langsung terlintas di pikiran? 👀
Mungkin keluarga Kardashian, G-Dragon, atau Jennie. Namun, di kalangan pecinta luxury fashion, ada satu nama yang hampir selalu disebut: Kimberly Alpert.

Photo from: Anthology of Style
Bagi para penikmat konten luxury di TikTok dan Instagram, nama Kimberly bukanlah sosok yang asing. Koleksi Chanel miliknya bahkan sering disebut bukan lagi sekadar koleksi pribadi, melainkan seperti sebuah museum Chanel yang hidup.
Lebih dari Sekadar Mengoleksi
Selama bertahun-tahun, Kimberly Alpert mengumpulkan berbagai pieces Chanel yang sangat langka. Mulai dari koleksi vintage, Classic Flaps dengan warna-warna unik, runway pieces, hingga tas-tas yang sudah sangat sulit ditemukan di pasaran.
Namun yang membuatnya berbeda dari kolektor lainnya adalah cara ia merayakan setiap koleksi tersebut.

Melalui platform Anthology of Style, Kimberly tidak hanya memamerkan tas-tasnya, tetapi juga membagikan sejarah di balik setiap koleksi. Ia sering mengulas bagaimana sebuah desain Chanel yang lahir puluhan tahun lalu bisa kembali menjadi incaran generasi baru, membuktikan bahwa keindahan dan craftsmanship yang baik memang tidak mengenal waktu.
Dari Koleksi Pribadi Menjadi Sebuah Museum
Kecintaannya terhadap Chanel akhirnya berkembang menjadi sebuah ruang yang lebih besar: AoS Museum di New York.

Pameran perdananya menjadi salah satu yang paling berkesan bagi para pecinta fashion. Kimberly berhasil mengumpulkan kembali lebih dari 200 pieces dari koleksi Chanel Spring/Summer 1995 yang dikenal sebagai Barbie Collection.
Di dalamnya terdapat berbagai item ikonis, termasuk Chanel Heart Bag yang kembali menjadi sorotan dunia setelah kemunculannya dalam fenomena film Barbie. 💗✨
Di Balik Setiap Tas, Selalu Ada Cerita
Kisah Kimberly Alpert mengingatkan bahwa sebuah tas luxury tidak pernah hanya tentang material atau logo.
Di balik setiap piece, ada sejarah yang dibangun oleh rumah mode. Ada craftsmanship yang dikerjakan dengan penuh detail. Ada kisah dari pemilik sebelumnya. Dan selalu ada cerita baru yang menunggu untuk dimulai.
Jika Kimberly Alpert membangun museum untuk merayakan perjalanan sebuah koleksi, maka setiap tas yang berpindah tangan sesungguhnya juga sedang melanjutkan sebuah kisah.
Dan di Zeta Bags, kami selalu percaya bahwa keindahan sebuah koleksi tidak berhenti pada satu pemilik saja.
Dengan senang hati, Zeta Bags menjadi bagian kecil dari perjalanan koleksi-koleksi #SahabatZeta menuju rumah berikutnya🤍