Kalau LVMH punya mesin penghasil uang utama, banyak yang akan langsung menunjuk ke Louis Vuitton.
Dan ternyata, anggapan itu tidak sepenuhnya salah.
Di bawah payung LVMH yang menaungi puluhan brand mewah dunia, Louis Vuitton menjadi salah satu kontributor terbesar bagi grup tersebut. Bahkan berbagai analisis industri memperkirakan Louis Vuitton menyumbang sekitar 30% dari total revenue LVMH. Satu brand yang nilainya bisa menyaingi gabungan banyak brand luxury lainnya.
Tidak heran jika Louis Vuitton sering disebut sebagai “crown jewel” milik LVMH.
Lalu, dari mana saja sumber pendapatan terbesar LVMH?

Posisi pertama tentu datang dari divisi Fashion & Leather Goods, yang didominasi oleh Louis Vuitton dan berbagai rumah mode besar lainnya. Divisi ini secara konsisten menjadi tulang punggung bisnis LVMH dari tahun ke tahun.

Photo by: @grandindo on instagram
Di posisi berikutnya ada Selective Retailing, yang menaungi nama-nama seperti Sephora dan DFS. Segmen ini menjadi salah satu mesin pertumbuhan penting karena menjangkau pasar beauty, skincare, dan travel retail yang jauh lebih luas.

Sementara itu, divisi Watches & Jewelry juga memberikan kontribusi besar melalui brand-brand ikonik seperti Tiffany & Co., Bulgari, TAG Heuer, hingga Hublot.
Menariknya, kesuksesan Louis Vuitton tidak hanya datang dari produknya, tetapi juga dari strategi bisnis yang sangat disiplin.
Louis Vuitton dikenal hampir tidak pernah memberikan diskon. Kelangkaan dan eksklusivitas dijaga dengan sangat ketat untuk mempertahankan nilai brand. Bahkan selama bertahun-tahun, beredar rumor bahwa produk yang tidak terjual lebih dipilih untuk ditarik dari pasar daripada dijual dengan potongan harga besar.
Logo Monogram dan Damier yang kini menjadi simbol kemewahan juga memiliki tujuan awal yang cukup unik. Motif tersebut diciptakan sebagai upaya untuk mengurangi pemalsuan, jauh sebelum menjadi salah satu desain paling dikenal dalam dunia fashion.
Dari sini kita bisa melihat bahwa Louis Vuitton bukan sekadar tas atau aksesori. Di balik setiap monogram, ada sejarah panjang, strategi bisnis yang matang, dan sebuah brand yang telah berkembang menjadi salah satu aset paling berharga dalam industri luxury dunia.
Karena bagi LVMH, Louis Vuitton bukan hanya produk. Louis Vuitton adalah legacy, status, dan salah satu mesin penggerak bisnis terbesar mereka.